Pengaruh Sistem Informasi Akuntansi, Kompetensi Sumber Daya Manusia, Dan Pemanfaatan Teknologi Informasi, Terhadap Efektivitas Pengelolaan Dana Desa
Main Article Content
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Sistem Informasi Akuntansi, Kompetensi Sumber Daya Manusia, dan Pemanfaatan Teknologi Informasi terhadap Efektivitas Pengelolaan Dana Operasional Desa di Kecamatan Merigi dan Kecamatan Ujan Mas, Kabupaten Kepahiang, Provinsi Bengkulu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi penelitian adalah seluruh aparatur pemerintah desa yang terdiri atas kepala desa, sekretaris desa, bendahara desa, dan perangkat desa. Sampel sebanyak 64 responden dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data primer dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner dengan skala Likert lima poin. Analisis data dilakukan menggunakan program SPSS melalui uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik, analisis regresi linier berganda, uji t, uji F, dan koefisien determinasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, Sistem Informasi Akuntansi tidak berpengaruh signifikan terhadap efektivitas pengelolaan dana operasional desa. Hal ini disebabkan oleh implementasi SIA yang seragam di seluruh desa serta masih rendahnya kemampuan teknis aparatur dalam mengoperasikan sistem secara optimal. Sebaliknya, Kompetensi Sumber Daya Manusia dan Pemanfaatan Teknologi Informasi terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap efektivitas pengelolaan dana operasional desa. Secara simultan, ketiga variabel tersebut berpengaruh signifikan dengan nilai koefisien determinasi sebesar 74,1%, sedangkan sisanya sebesar 25,9% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain di luar model penelitian.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa penguatan kompetensi aparatur desa dan optimalisasi pemanfaatan teknologi informasi merupakan faktor utama dalam meningkatkan efektivitas pengelolaan dana operasional desa. Meskipun Sistem Informasi Akuntansi tidak berpengaruh signifikan secara parsial, penerapannya tetap diperlukan sebagai infrastruktur dasar yang harus didukung oleh peningkatan kapasitas SDM dan perbaikan infrastruktur teknologi. Penelitian ini merekomendasikan kepada pemerintah kabupaten dan pemerintah pusat untuk memprioritaskan program pelatihan teknis, pendampingan berkelanjutan, serta penyediaan infrastruktur teknologi yang memadai guna mewujudkan pengelolaan dana operasional desa yang lebih efektif, transparan, dan akuntabel.